William Wongso, Beber Kisah di Balik Syuting Gordon Ramsay: Uncharted di Sumbar

By bahri 07 Jul 2020, 06:22:46 WIB Ekowisata dan Kuliner
William Wongso, Beber Kisah di Balik Syuting Gordon Ramsay: Uncharted di Sumbar

Keterangan Gambar : Gordon Ramsay Memasak Bika (tangkapan layar youtube)


William Wongso mengungkapkan cerita di balik syuting bersama Gordon Ramsay di acara "Gordon Ramsay: Uncharted".

 

Seperti diketahui, Gordon Ramsay lewat program televisi di National Geographic "Gordon Ramsay: Uncharted" Season 2 telah melakukan syuting di Sumatera Barat.

Baca Lainnya :

 

Program tersebut juga telah ditayangkan pada 29 Juni 2020 lalu dengan judul Gordon Ramsay: Uncharted Season 2 episode Sumatra's Stunning Highlands.

 

Di program tersebut, Gordon Ramsey ditemani pakar kuliner Indonesia, William Wongso.

 

Acara tersebut cukup menarik perhatian publik dan sempat trending menjadi perbincangan di media Twitter.

 

Kini, setelah beberapa hari program tersebut tayang, William Wongso mengungkapkan cerita dibalik syuting program: "Gordon Ramsay: Uncharted" di Indonesia itu.

 

William Wongso mengungkapkan, kisah syuting tersebut bermula ketika ia dihubungi oleh Produser National Geographic New Zealand pada September 2019.

 

Saat itu, kru dari "Gordon Ramsay: Uncharted" akan syuting di Tasmania dan setelahnya akan ke India.

 

Namun sebelum ke India itu ada waktu kosong dan berencana untuk ke Indonesia.

 

"Dia bilang, ini nanti ada program Gordon syuting di Tazmania, terbang melewati Indonesia ke India," ungkap William Wongso saat berbincang bersama Helmy Yahya di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

 

Ia pun akhirnya mengajukan Sumatera Barat untuk dijadikan lokasi syuting acara tersebut.

 

Pakar kuliner kelahiran Malang itu juga memberi beragam data terkait alasannya memilih Sumatera Barat.

 

Akhirnya dua minggu setelah pengajuannya itu, akhirnya disepakati untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai tempat syuting.

 

"Itu September, terus awal Oktober saya ada misi ke Eropa, Budapest, ke Atlanta ke Paris, lalu mereka interview saya first time di Paris," terangnya.

 

Setelah interview itu, tim program yang terdiri dari Executive produser serta Director datang ke Sumatera Barat pada 24 Oktober untuk mengecek lokasi.

 

"Itu Oktober, langsung sebelum mereka pulang sudah menentukan schedule Januari, Januari kita syuting tanggal 19-22 Januari 2020," sambung pakar kuliner yang dijuluki Diplomat Rendang itu

 

Akhirnya, pada bulan mereka syuting, tim program datang ke Indonesia secara bergiliran dengan berbagai peralatan syuting.

 

"Mereka datang tanggal 6 sudah ada yang datang. Itu kaya ombak itu datangnya, bergelombang," ungkapnya.

 

Lantaran banyanyak barang yang dibawa, dua koki yang membantu Gordon Ramsay di acara tersebut disuruh mengawal barang bawaan sebanyak 40 koli barang.

 

Master of Rendang itu mengungkapkan, sebanyak 24 ribu dolar dikeluarkan untuk membayar overweight paketan barang yang dibawa.

"Dia terbang dari Tazmania landing di Jakarta dengan 40 koli alat-alat, dari Jakarta alat-alatnya terbang lagi ke Padang, beratnya 800 kg, dari Tazmania ke Jakarta 24 ribu dolar cos overweightnya," ungkap dia.

 

Jika dikonversikan ke dalam rupiah, maka biaya yang dikeluarkan untuk pengangkutan barang 40 koli tersebut mencapai hampir Rp 350 juta hanya dari Tazmania ke Jakarta, belum termasuk pengangkutan dari Jakarta ke Padang.

 

Menurutnya, jadwal syuting yang disusun oleh tim "Gordon Ramsay: Uncharted" berjalan dengan efektif dan sangat tepat waktu.

 

Saat syutingpun pengawalan dari keamanan juga sangat ketat dan banyak ambulans yang disiagakan oleh tim "Gordon Ramsay: Uncharted".

 

Namun demikian, proses syuting acara itu sangat santai dan tidak kaku.

 

Banyak hal yang dilakukan secara improfisasi, sehingga tidak terpaku oleh suatu nahkah script.

 

Ia kagum dengan petalatan yang digunakan untuk syuting, pasalnya alat-alat yang digunakan cukup canggih dan sangat banyak.

 

Sehingga mampu mendapatkan bagian-bagian detail untuk menangkap momen dramatis.

 

Alasan Memilih Sumatera Barat

 

William Wongso mengungkapkan alasannya memilih Sumatera Barat untuk dijadikan lokasi syuting acara itu.

 

Menurutnya, Sumatera Barat mempunyai keunggulan lebih dari banyak sektor mulai dari makanan, budaya masyarakat hingga alamnya.

 

Dari segi tardisi masyarakat, Sumatera Barat mempunyai Pacu Jawi, acara olahraga tradisional yang dilombakan menggunakan sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur.

 

Selain itu, Sumatera Barat juga mempunyai peninggalan bersejarah berupa Istana Basa atau Istana Pagaruyung.

 

Dan satu hal lain yang menarik ialah mengenai masakan rendang.

 

"Data saya kasih, dari budaya makan, bajamba, budaya minang yang color full, aktivitas tradisional pacu jawi," ungkapnya.

 

Seperti diketahui, Sumatera Barat terkenal dengan masakan padanganya, utamanya rendang.

 

Hampir semua masyarakat Indonesia bahkan dunia tahu akan masakan padang dengan rendangnya.

 

Pakar kuliner dengan julukan Diplomat rendang ini berfikir, National Geographic akan mencari market ini, yang mana banyak orang Indonesia mengetahuinya.

 

 

 

Selain itu, rendang juga pernah didaulat sebagai makanan terenak di dunia versi CNN.

 

Namun saat itu, bangsa Indonesia tidak melakukan apa-apa atas pencapaian itu.

 

Sehingga ia merasa perlu untuk kembali mengangkat rendang.

 

"Satu nasional, Indonesia 250 juta, pasti Nat Geo akan mencari market ini, siapa yang ngak kenal masakan Padang, dua kali rendang masuk CNN," ujarnya.

 

Selama dua season "Gordon Ramsay: Uncharted", ini merupakan pertama kalinya program itu melakukan syuting di Indonesia, sehingga ia juga ingin membuat adanya kesan yang berlebih terhadap Indonesia.

 

"Saya ngambil momentum itu saya harap nantinya Uncharted season ketiga siapa tahu ke Indonesia lagi. Sebab kalu dia ke negara lain itu kan kurang lebih sama, kita tuh perbedaan satu sama lainnya jauh berbeda," terang Koki kelahiran Malang itu.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita William Wongso Mengungkap Kisah di Balik Syuting Gordon Ramsay: Uncharted di Sumbar,




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment