TRANS-TURKI: Negeri Keluarga Rasulullah SAW (1)

By bahri 17 Agu 2020, 08:23:01 WIB Ekowisata dan Kuliner
TRANS-TURKI:  Negeri Keluarga Rasulullah SAW (1)

Keterangan Gambar : Al-Khasneh (The Treasury)



Negeri Keluarga Rasulullah SAW (1)

Setelah sarapan di hotel, kami bersiap menuju Petra. Dipintu gerbang masuk lingkungan Petra ini terpampang gambar almarhum raja Hussein dan putranya pangeran Abdullah II, keduanya sedang berangkulan dan tersenyum lebar dengan bahagianya. Di pelataran pintu gerbang masuk  banyak kedai-kedai cendera mata yang umumnya digandrungi oleh para ibu-ibu terutama piring-piring pajangan. Setelah bayar tiket masuk, kamipun jalan menuju Petra.

Baca Lainnya :

 

Petra yang berarti Batu, pada tahun 583 SM dikuasai suku Nabatea yang berasal dari utara semenanjung Arab kemudian berhijrah keselatan Yordan. Pada tahun 4 SM, Petra menjadi  pusat perdagangan penjuru dunia waktu itu.

 

Jalan menuju pusat Petra berbatu. Sebenarnya bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi karena membawa anak-anak, terpaksa naik  andong model Benhur. Lokasi ini memang sesuai dengan namanya “Batu”. Baik jalan didepan, kiri dan kanan hampir semua batu, sehingga warna sekitar diwarnai kecoklatan. Jalan bergelombang berbatu membuat pinggang terasa sakit digoyang-goyang andong yang tidak ber-shokbreker. Memasuki celah batu menjulang tinggi vertikal yang jarak antara bukit batu hanya sekitar empat meter, membuat pemandangan yang spekatakuler. Karena efek cahaya dari celah bukit membuat warna bukit jadi kuning, coklat dan coklat tua. Bunyi tapak kuda andong sangat nyaring terdengar karena efek echo dari bukit batu yang mengapit. Sambil menuju lokasi kota Petra, video terus dihidupkan walaupun digoyang-goyang andong, tapi lumayanlah ada gambar hidup yang akan dibawah pulang dengan bunyi tapak kuda yang nyaring.

 

Disepanjang kaki bukit batu cadas yang menjulang tinggi tegak lurus 90 derjat ini ada parit kecil yang dipahat meliuk-liuk sampai kekawasan kota Petra yang fungsinya untuk mengalirkan air dari Wadi Musa kelingkungan Petra. Terlihat bagaimana kejeniusan mereka waktu itu, yang dapat mengalirkan air dari Wadi Musa ke kawasan Petra yang lebih tinggi tempatnya lagi jauh. Parit-parit yang dipahat dipinggir bukit ini memperlihatkan keahlian mereka dalam hal rekayasa hidraulik.

 

Di Wadi Musa atau lembah Musa ada mata air musa yang disebut juga Uyun Musa. Menurut cerita, disitulah Nabi Musa memukul batu sehingga terpencarlah mata air. Airnya dingin dimusim panas, dan hangat di musim dingin.(*)

 

Setelah menempuh jarak lebih kurang 3 km dan melewati celah batu sempit,  akhirnya sampailah di kota Petra. Gedung pertama yang kami lihat adalah gedung megah dan cantik yang disebut Al-Khasneh (The Treasury). Ukiran dibatu yang indah dan sangat apik penuh cita rasa seni yang tinggi, mencengangkan kita atas keelokan seni ukir mereka sehingga tak heran arsitektur dan karya seni pahat ini masih banyak dicontoh pada bangunan rumah-rumah modern saat ini.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment