Silaturahim Berbuah Rezeki

By bahri 22 Jun 2020, 05:26:24 WIB Power Of Silaturahim
Silaturahim Berbuah Rezeki

Keterangan Gambar : Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardi dan Perwakilan Unpad (Foto bnpb.go.id)


Jakarta—Luar biasa, hebat itulah yang bisa kita katakan terhadap kekuatan silaturahim yang telah diajalankan secara konsisten oleh DR. Aqua Dwipayana, sang penulis buku best seller “The Power of Silaturahim : Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Kehebatan itu juga tertuang dalam bentuk tulisan yang diunggah via medsos.


Baca Lainnya :

Salah satu contoh dari ribuan testimoni kebahagiaan dari kesuksesan persilatuahiman itu adalah yang ditulis oleh Dr. Dadang Rahmat Hidayat, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung dan Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.

Berikut kami tampilkan tulisan lengkapnya, semoga menjadi motivasi bagi kita untuk mengamalkannya.

 

**********************

Rezeki Tim Unpad Bertemu Kepala BNPB, Kepala BNPT, dan Dirut Duta Anggada Realty

 

Oleh Dr Dadang Rahmat Hidayat

 

Diawali pembicaraan mengenai rencana mengundang Pak Aqua Dwipayana untuk memberikan ceramah, motivasi, dan kuliah umum secara langsung atau tatap muka di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) yang mengalami penangguhan jadwal dikarenakan berbagai sebab termasuk adanya pandemi Covid-19. Juga pengamatan saya terhadap aktivitas Pak Aqua yang luar biasa padat di berbagai tempat, khususnya di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Ero yang sangat berdedikasi, maka saya dan Pak Hadi Suprapto Arifin sebagai Ketua Panitia Dies Natalis ke-60 Fikom Unpad sepakat dengan usulan untuk memadukan Pak Aqua dan Ero berbicara dalam acara yang saya sebut WEBMOTIVATION. Sekaligus launching Dies Natalis ke-60 Fikom Unpad dengan _Keynote Speaker dari Letjen TNI Doni Monardo dan Sambutan Rektor Unpad Unpad Prof Rina Indiastuti._

 

Kemudian Pak Aqua menawarkan untuk mempertemukan saya dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo untuk berdikusi mengenai komunikasi kebencanaan termasuk terkait Covid-19. Saya tahu bahwa selama ini Pak Aqua berteman sangat akrab sama Pak Doni. Setiap saat selama 24 jam mereka bisa berkomunikasi.

 

Kesempatan tersebut tentu tidak kami sia-siakan, bahkan saya anggap ini sebagai rezeki. Setelah adanya kepastian jadwal pertemuan, saya segera mohon restu kepada Rektor Unpad Prof Rina Indiastuti tentang rencana tersebut. Alhamdulillah Rektor memberi restu dengan harapan bisa berkolaborasi positif dan membantu terkait penanggulangan Covid-19. Untuk hal lebih lanjut saya meminta Pak Hadi untuk selalu berkomunikasi dengan Pak Aqua.

 

Setelah itu berbagai informasi saya terima langsung dari Pak Aqua atau melalui Pak Hadi yang menyebutkan pada hari yang sama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengundang kami di kantornya selepas pertemuan dengan Pak Doni. Tentu ini rezeki lain bagi kami.

 

Meski sudah kami siapkan kendaraan dari Unpad, namun untuk kelancaran selama perjalanan Pak Aqua telah mempersiapkan dan meminta kesediaan kami menggunakan bus dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Danseskoad Mayjen TNI Kurnia Dewantara adalah teman akrab Pak Aqua. Setiap Pak Aqua ke Bandung sering mendapat bantuan penginapan dan mobil serta sopirnya dari Pak Kurnia. Saat saya menulis ini Pak Kurnia telah dipercaya Panglima TNI Marsekal TNI Dr Hadi Tjahjanto untuk menjadi Pangdam IX/Udayana di Bali.

 

Pak Aqua juga meminta kami untuk bersedia menginap di Hotel Mercure Cikini Jakarta dengan bantuan fasilitas akomodasi dari sahabat akrab beliau yaitu Pak Ventje Suardana. Sekali lagi rezeki buat kami melalui Pak Aqua.

 

Pertemuan Luar Biasa dengan Kepala BNPB dan Jajarannya

Saya yang menjadi ketua rombongan mengikuti saran Pak Aqua maksimal delapan orang dari Unpad. Atas masukan beberapa pihak maka saya putuskan tim yang berangkat adalah yang sangat relevan dengan pertemuan kami di BNPB terkait Komunikasi Kebencanaan dan Covid-19 serta rencana Dies Natalis ke-60 Fikom Unpad.

 

Mereka adalah Dr Hadi Suprapto Arifin (Ketua Senat Fikom/Ketua Dies), Dr Purwanti Hadisiwi (Kaprodi Ilmu Komunikasi), dr. Irvan Afriandi.,MPH.,Ph.D (Wakil Dekan FK Unpad/Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Unpad), Dr Nindi Aristi (Koordinator Unit Internasional/Wakil Ketua Dies), FX Ari Agung Prastowo, M.Si (Manajer Riset dan Kerjasama), Agus Setiaman, S.Sos., M.Si (Manajer Akademik dan Kemahasiswaan) dan Ade Kadarisman, M.Sc (Dosen Prodi Humas/Peneliti Unpad SDGs Center yang saat ini juga menjadi Ketua Gugus Tugas ISKI Peduli Covid-19).

 

Sesuai rencana pada Kamis, 18 Juni 2020 pukul 08.10 kami berangkat dengan bus Seskoad yang dikemudikan dengan sangat baik oleh Sertu Cecep Maulana dan Montir Hermansyah. Perjalanannya lancar sekali. Sampai di hotel Mercure Cikini sekitar pukul 10.35.

 

Pak Aqua menyambut kami di hotel Mercure Cikini untuk istirahat sebentar sebelum ke gedung Graha BNPB Jakarta Timur. "Pak Dadang, karena bapak dan rombongan tiba di Jakartanya cepat maka istirahatnya di sini. Menjelang pukul 12.00 kita ke Graha BNPB," ujar Pak Aqua.

 

Setelah istirahat sejenak dan meletakkan barang bawaan di kamar, kami kemudian sama-sama menuju kantor Graha BNPB di Jalan Pramuka Jakarta Timur. Dari hotel Mercure Cikini ke sana hanya sekitar 15 menit.

 

Sejak kedatangan kami sudah merasakan penerimaan yang hangat dan tertib. Itu tentu karena sudah dipersiapkan dengan sangat baik. Setelah dijamu makan siang di lantai 10 di gedung Graha BNPB, secara resmi kami diterima terlebih dahulu oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan Komunikasi BNPB Dr Raditya Jati di ruanganya di lantai 12.

 

Laki-laki asal Yogyakarta itu dengan penuh antusias dan rendah hati menerima kami bersama jajarannya serta menjelaskan berbagai aktivitas BNPB khususnya yang terkait komunikasi. Salah satu tim Pak Raditya yaitu Ibu Rita yang kami kenal saat mewakili Pak Sutopo Purwo Nugroho menerima penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia tahun 2018 di Bandung dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat dan Kemenkominfo. Waktu itu Pak Sutopo berada di rumah sakit sehingga diwakilkan.

 

Saat itu juga kami diberi informasi khusus tentang salah satu staf beliau yang bernama Ranti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik BNPB yang tidak lain adalah alumni Fikom Unpad. Pak Raditya juga secara langsung mengajak kami berkeliling melihat aktivitas dan fasilitas BNPB termasuk diorama dan command center BNPB yang baru saja dikunjungi Presiden Jokowi.

 

Setelah itu kami diterima Letjen TNI Doni Monardo. Suasana kebatinan yang hangat juga kami rasakan selama berdialog. Pak Doni menyimak berbagai pandangan kami dan dengan cukup jelas beliau menyampaikan berbagai informasi perkembangan terkait kebencanaan, khususnya Covid-19.

 

Diskusi makin seru khususnya dengan Irvan Afriandi Ph.D sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19 Unpad. Ulasan tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam penanggulangan berbagai bencana di Tanah Air mengemuka dalam diskusi kami. Pada kesempatan tersebut kami sampaikan juga kegiatan ISKI Peduli Covid-19 yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum ISKI Pusat Ade Kadarisman.

 

Di akhir pertemuan kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi BNPB dan Unpad, khususnya mengenai komunikasi kebencanaan serta dibuatkan MoU antara BNPB dan Unpad. Pak Doni juga menyatakan kesediaannya menjadi Keynote Speaker dalam Webmotivation dan launching Dies Natalis ke-60 Fikom Unpad pada Rabu pagi, 1 Juli 2020.

 

Tanpa sadar adanya hikmah yang saya rasakan di mana kami seperti telah menjadi bagian dari BNPB dalam berinteraksi yang tidak lebih dari 3 jam. Kehadiran Pak Aqua dan Ero membuka kesempatan bagi Kaprodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad Dr Purwanti Hadisiwi untuk mengirim tujuh orang mahasiswa Fikom berkegiatan magang/KKN di BNPB.

 

Sebelumnya lewat Pak Aqua dan Ero, Pak Doni mempersilakan mahasiswa Unpad magang/KKN di BNPB. "Silakan saja Pak Aqua. Kalau ada teman-teman Ero dari Unpad yang mau magang atau KKN di BNPB. Pasti pengalaman selama di sini sangat bermanfaat dan menarik buat mereka seperti yang telah dialami Ero," ungkap Pak Doni.

 

Kunjungan di BNPB makin lengkap dengan diberikannya kesempatan kami berkunjung besok harinya ke Pusdiklat BNPB di Sentul yang diterima langsung oleh Kapusdiklat BNPB Bapk Berton Suar Pelita Panjaitan, Ph.D yang punya gagasan baik untuk membentuk penyuluh kebencanaan di berbagai tempat di Indonesia, terutama di wilayah rawan gempa. Beliau dengan terbuka meminta masukan mengenai pengembangan kurikulum terkait komunikasi kebencanaan kepada Tim dari Unpad. Rezeki dan berkah lain lagi yang kami terima untuk berkolaborasi.

 

Kehangangatan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar Menerima Rombongan Unpad

Setelah dari BNPB, Kunjungan kami berikutnya ke BNPT bertemu langsung dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. Sungguh merupakan pengalaman yang baik dan berkesan pula. Saya terakhir bertemu beliau pada saat menjabat Wakalemdiklat Polri.

 

Dalam diskusi dengan Pak Boy sangat terasa bahwa aspek komunikasi akan menjadi hal penting dalam tugas pokok dan fungsi BNPT dan terkesan kuat untuk mengarusutamakan pendekatan persuasif komunikasi yang selama ini juga sudah dilakukan BNPT. Ngobrolnya pun berkembang mengenai kaitan terorisme dan pandemi Covid-19.

 

Di akhir diskusi disepakati untuk disiapkan naskah kerjasama antara BNPT dan Unpad sebagai upaya bersama terkait masalah terorisme. Pada saat yang sama Pak Boy juga mempersilakan Tim untuk berkunjung ke markas BNPT di Sentul besok harinya.

 

Kunjungan ke markas BNPT di Sentul terasa istimewa karena hampir semua fasilitas BNPT di Sentul boleh dikunjungi kecuali wilayah yang tidak relevan kami datangi. Kami diterima langsung oleh Pak Buntoro, Pak Iwa, Pak Andy, Pak Sujatmiko dan Pak Bayu. Diskusi berlangsung dimulai pemaparan dari Kolonel Pas Sujatmiko dan keterkaitan komunikasi dan kondisi kampus. Selama kunjungan di BNPT Sentul kami pun didamping staf BNPT yang antusias dan hangat mengenalkan berbagai fasilitasnya.

 

Perjalanan rombongan kami di BNPB dan BNPT secara substantif keduanya menguatkan pentingnya komunikasi dalam penanganan bencana dan terorisme. Hal ini membuat kami tertantang untuk berkontribusi secara optimal dan terbuka jalan untuk berkolaborasi di masa yang akan datang, tidak hanya Fikom Unpad tapi juga komunitas komunikasi Indonesia, termasuk Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Saya menilai kunjungan rombongan Unpad sangat sukses.

 

Di samping itu, saya merasakan berbagai kehangatan berinteraksi dengan jajaran kedua lembaga tersebut, meski harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi pandemi covid-19 ini. Saya yakin hal ini dirasakan juga oleh semua rombongan Unpad.

 

Pak Aqua sebelum kami berangkat dari Bandung selalu memonitor posisi rombongan. Juga ketika sedang di jalan. Beliau selalu berada dalam setiap momen jadwal rombongan di kedua lembaga tersebut, bahkan saat awal menyambut kedatangan rombongan di hotel Mercure Cikini sampai melepas kami kembali ke Bandung di Sentul Bogor.

 

Pak Aqua dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf jika dalam melayani kami ada hal--hal yang tidak berkenan. Padahal justru kami barangkali yang telah merepotkan pak Aqua sekeluarga. Terima kasih banyak Pak Aqua dan keluarga untuk semua bantuannya.

 

Baru Bertemu Pak Ventje Suardana Langsung Akrab

Setelah sekian lama sering mendapat cerita baik tentang Pak Ventje Suardana dari Pak Aqua melalui tulisan-tulisannya, pada Kamis (18/6/2020) sekitar pukul 16.00 saya untuk pertama kali bertemu dengan Pak Ventje Suardana di kantor BNPT di Jakarta. Saat itu terasa kami sudah dekat atau lama kenal, karena kami tanpa ragu bercerita mengenai keluarga masing-masing, khususnya Pak Ventje yang kemudian menceritakan mengenai keluarganya yang sangat kental mengandung nilai-nilai kebaikan.

 

Tidak terlalu lama kami bertemu di BNPT. Pak Ventje meminta kami untuk menerima jamuan makan malam yang sudah disiapkannya bertempat di hotel Mercure Cikini, tempat menginap rombongan yang disediakannya atas bantuan Pak Aqua.

 

Di tengah kesibukannya sebagai Dirut sebuah perusahaan besar, Duta Anggada Realty, beliau hadir bersama kami pada jamuan makan malam tersebut. Pada pertemuan itu berlanjutlah kehangatan kami dengan makin dalam membicarakan pengalaman dan keluarga masing-masing, khususnya keluarga saya dan keluarga Pak Ventje yang ternyata sama-sama mempunyai ayah “tentara jaman dulu”. Bedanya ayah Pak Ventje itu KKO Angkatan Laut, sedangkan ayah saya Angkatan Darat. Obrolan kami lainnya akrab dan cair sekali.

 

Kemudian Pak Aqua dan Pak Ventje menceritakan bagaimana keduanya pertama kali bertemu di hotel Hilton Garden Inn Ngurah-Rai Bali pada Rabu malam, 20 April 2016 sekitar pukul 22.00 Wita dengan sebuah urusan yang membawa hubungan pertemanan bahkan persaudaraan di antara mereka sampai saat ini. Setiap tahun pada tanggal itu mereka selalu mengenangnya.

 

Saya melihat kualitas hubungan luar biasa yang terjalin di antara keduanya, bahkan saya yakin juga terjadi pada keluarga mereka. Kalau Pak Aqua berada di suatu tempat yang ada hotel milik Pak Ventje di daerah itu, konon Pak Ventje marah ke Pak Aqua jika Pak Aqua tidak menginap di hotel Pak Ventje.

 

Pak Ventje juga mendukung penuh program umroh gratis yang menjadi salah satu program pengabdian Pak Aqua sekeluarga. Sudah diberangkatkan ke Tanah Suci ratusan orang. Mereka tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) I, II, dan III yang selalu dipimpin Pak Nurcholis MA Basyari.

 

Dalam percakapan kami, dengan Pak Ventje beberapa kali beliau menyebutkan jangan ragu-ragu untuk berkunjung ke hotel-hotel yang dimilikinya di beberapa tempat. Tentu ini membuat kami terharu atas kebaikan Pak Ventje yang sebenarnya baru bertemu kurang dari 5 jam, sambil sesekali saya melihat pula bagaimana Pak Ventje berbicara dengan karyawan hotelnya dengan respek dan penuh perhatian.

 

Semoga kami dapat bertemu kembali untuk melanjutkan berbagai cerita baik dan inspiratif dengan Pak Venje Suardana. Terima kasih Pak Ventje dan Pak Aqua. Mudah-mudahan semua kebaikannya mendapat limpahan berkah dari TUHAN Yang Maha Kuasa. Aamiin YRA...

 

Penulis Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung dan Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment