Prof. Suheimi : Kepompong

By admin 01 Mei 2020, 22:09:09 WIB Kesehatan
Prof. Suheimi : Kepompong

Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga engkau menjadi orang yang bertakwa.

 

Manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang menjalani puasa. Semua makhluk dibumi ini menjalani suatu fase dimana mereka berpuasa walaupun mereka sedang berada pada lingkungan yang penuh dengan makanan : binatang darat, burung, ikan, serangga, semuanya berpuasa : malah tumbuh-tumbuhan pun berpuasa.

Baca Lainnya :

 

Ada binatang yang tetap tinggal disarangnya berhari-hari, malah berbulan-bulan tidak bergerak dan tidak makan.

 

Demikian pula ada jenis burung yang tetap tinggal disarangnya tanpa makan pada musim-musim tertentu setiap tahun. Seperti burung Elang dan Enggang sewaktu bertelur, mengerami telur itu dan sewaktu menjaga anaknya.

Diantara jenis ikan ada yang membenamkan dirinya didasar laut atau sungai untuk jangka waktu tertentu tanpa makan. Bahkan ikan Mujair, kalau sedang beranak dia memelihara dan menjaga anaknya dengan menyimpan anak itu didalam mulutnya, sampai anak itu bisa berdiri sendiri. Dalam melindungi anak itu, Mujair berpuasa, walaupun didepan mulutnya ada makan, ditahannya seleranya, dia berpuasa.

 

Seranggapun menjalani suatu fase kehidupan, dimana mereka berkumpul dan berpuasa.

 

Sesudah menjalankan puasa makhluk-makhluk ini muncul kembali dengan kegiatan yang lebih dinamis dan segar dan menarik, dan mulailah mereka berkawin dan bernyanyi. Seranggapun keluar dari sarangnya, makan dengan lahap dan berkembang biak dengan cepat. Sekiranya mahkhluk diatas, yang hidup dengan naluri, dimana puasanya dapat dipandang sebagai suatu gejala fisiologi dan respon terhadap faktor-faktor alam baginya adalah suatu keharusan hidup dan menimbulkan kesehatan serta kegairahan.

 

Satu kali saya menyaksikan ular bertukar kulit, ditinggalkannya kulit yang lama, yang sudah buruk, sudah rapuh, sudah kabur tidak bercahaya lagi dan tidak segar, sudah hilang warna-warninya. Lalu dipakainya kulitnya yang baru, berkilat, bercahaya, berwarna, berlendir, muda dan awet. Kelihatan ularnya lebih cakap, lebih muda, dan geraknya lebih lincah. Kesana-kemari dia bergerak dengan gesitnya, mencari mangsa dan tampak lebih kuat. Waktu saya tanya ahlinya, ternyata ular itu bisa bertukar kulit, karena dia berpuasa. Ditahannya dirinya, walaupun di depan matanya melintas kodok, ayam dan burung, namun ular itu tetap saja diam dan tenang, karena dia berpuasa dan dia yakin setelah berpuasa dia keluar menjadi makhluk yang lebih berguna dan lebih sehat serta kuat. Tidak mungkin ular bisa bertukar kulit kalau dia tergoda lalu menyantap makanan yang lewat.

 

Manusia pun demikian, dia membutuhkan puasa persis seperti kebutuhan manusia terhadap makanan, udara atau bernafas, gerak dan tidur. Setiap makhluk hidup jika tidak diberi kesempatan untuk tidur, bergerak, maka tubuhnya akan menderita bermacam-macam penyakit. Demikian pula sekiranya ia tidak menjalankan puasa, maka tubuhnya akan diserang oleh bermacam-macam penyakit. Apa yang berlaku terhadap binatang ini jelas berlaku pula terhadap manusia.

 

Puasa menyebabkan pembaruan dan penyegaran jaringan tubuh, terutama kelenjer hormon. Semua ini menjelaskan kepada kita, kenapa binatang, burung dan caving lebih aktif dan cepat berkembang sesudah melewati masa-masa berpuasa.

 

Puasa melatih kemauan dan pengendalian diri sejak dari masa kanak-kanak. Anak-anak yang melihat makanan dihadapannya dan berkeinginan memakannya tetapi dia dapat menahan diri baik terang-terangan maupun dalam keadaan sembunyi maka kanak-kanak ini akan menjadi manusia yang mempunyai daya tahan yang tinggi dan kemauan yang keras.

Puasa mengajarkan sabar, dia mampu bersabar menolak panggilan perutnya. Orang berpuasa adalah orang yang sabar menghadapi problema dan tekanan hidup.

 

Lihatlah kupu-kupu pelajaran apa yang dapat kita petik darinya ? Kupu-kupu sayapnya indah berwarna-warni, kumisnya bagus badannya ramping, jelas mana yang pinggang dan mana yang leher. Semua orang menyayanginya dan menyanyikannya. Kupu-kupu yang lucu, kemana engkau terbang, hilir mudik mencari bunga-bunga nan kembang. Kedatangannya diharapkan oleh bunga, karena kalau dia hinggap pada bunga dia dapat mengawinkan bunga-bunga itu. Bukan hanya bunga, semua orang sampai anak-anak pun menyayanginya.

 

Bentuknya indah perangainya pun baik, dia hanya mau hinggap ditempat-tempat yang indah, pada sari-sari bunga yang dimakannya pun juga yang baik-baik, dia selalu memakan madu dan sari-sari bunga, tidak mau dia hinggap ditempat yang kotor atau memakan makanan yang kotor, walaupun dipaksa dia tak akan mau makan makanan yang kotor, lalu timbul pertanyaan, kenapa kupu-kupu itu bentuknya indah dan perangainya baik. Padahal semua orang tahu burung-burung pun tahu bahwa kupu-kupu berasal dari ulat. Ulat yang bentuknya buruk dan memakan makanan yang buruk serta perangainya juga buruk. Semua orang jijik melihatnya. Kalau dia hinggap se sebuah daun maka daun itu pun akan hancur dan rusak, semua dimakannya tidak peduli apakah itu baik atau kotor.

Lalu kenapa ulat yang buruk rupa dan buruk perangainya itu dapat berubah menjadi kupu-kupu yang indah ? Jawabannya hanya satu, ialah karena ulat itu berpuasa, puasalah yang merubahnya dan membentuk dirinya menjadi kupu-kupu. Begitu datang perintah Tuhan, Hai ulat diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan pada ulat-ulat yang sebelum kamu agar kamu bisa menjadi kupu-kupu.

 

Maka dijawab langsung oleh ulat, Sami'na wa ataa'na. Sewaktu mendengar perintah itu, maka serakus-rakusnya ulat, setamak-tamaknya ulat, dia langsung berpuasa. Dibungkusnya badannya dengan sehelai daun dia berpuasa didalam kepompong. Di dalam kepompong ulat itu tidak kena air, tidak kena cahaya, tidak kena angin, dia tidak makan dan tidak minum selama lebih kurang 20 hari, dengan suatu harapan setelah selesai tugasnya berpuasa dia akan langsung jadi kupu-kupu.

 

Lalu ada orang yang merasa tidak sehat dan sakit-sakitan waktu berpuasa dimana salahnya ?

 

Agaknya karena dia belum mengamalkan satu ayat suci Tuhan dalam firmannya dalam surat AL-JUMU'AH ayat 10 : "Apabila telah ditunaikan Shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung".

 

Jelas sekali perintah Tuhan, sesudah menunaikan Shalat untuk bertebaran dimuka bumi, beramal dan berusaha. Tapi kebanyakkan manusia selesai menunaikan makan Shalat subuh kemudian tidur lagi apa yang terjadi ? Sesudah dia makan sahur dan shalat subuh, kalau langsung tidur, maka makanan cepat diserap dan disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak. Kemudian jam delapan baru bangun, maka perasaan jadi tak enak, diri rasa tak sehat. Maka dalam kesehatan selalu dilarang tidur kalau baru selesai makan.

 

Yang sebaiknya adalah mengamalkan perintah Tuhan itu, yaitu selesai makan sahur, dilanjutkan dengan manunaikan shalat sunat Fajar dan Shalat subuh, dilanjutkan dengan menunaikan shalat sunat Fajar dan Shalat subuh, kemudian bekerja kalau bisa berolah raga, seperti yang kita lihat pada setiap pagi, anggota jantung sehat melaksanakan senam, berlari-lari, berjalan pagi, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, setiap selesai melaksanakan shalat subuh selalu beliau berjalan atau berlari-lari kecil. Sewaktu berolah raga, lemak-lemak yang ditubuh dibakar, pembakaran yang dihasilkan oleh pemecahan lemak ini, menghasilkan kalori yang tinggi. Maka untuk bekerja siang itu dengan menggunakan energi yang dihasilkan sewaktu bersenam pagi. Maka tubuh terasa segar, kemampuan kerja jadi lebih tinggi, kita bekerja secara effektif dan effisien. Badan tidak mudah letih dan bisa bekerja sampai sore tanpa terlihat keletihan, kelesuan atau mengantuk.

 

Agaknya inilah yang dianjurkan oleh Allah agar sesudah menunaikan shalat, untuk bertebaran dimuka bumi, berolah raga, beramal, bekerja dan berusaha. Sehingga bisa melahirkan manusia yang sehat jasmani dan rohani, selalu mendekatkan diri pada Allah menjadi orang yang bertakwa.

 

 

P a d a n g 22 Desember 1998

 

 

 

 

Salam teriring Do'a

Dr.K.Suheimi

Anggota BPMT-KTPDI

http://www.geocities.com/SoHo/Gallery/3479/




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment