Kisah Bos JNE: Mualaf, 99 Masjid, dan Mimpi di Jabal Rahmah

By bahri 18 Des 2020, 10:18:53 WIB Inspirasi dan Opini
Kisah Bos JNE: Mualaf, 99 Masjid, dan Mimpi di Jabal Rahmah

Keterangan Gambar : Pendiri dan Direktur Utama JNE Johari Zein saat konfrensi pers di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Jakarta, Kamis (30/5).


Nama JNE tiba-tiba melambung di jagad media sosial di Indonesia. Perayaan ulang tahun JNE yang mendapat ucapan dari berbagai kalangan menjadi sebab hingga muncul tagar boikot JNE.

Di balik ramainya netizen menyuarakan boikot JNE ini, tidak banyak yang tahu jika bos besar JNE ini seorang mualaf. Beberapa kegiatan sosialnya pun mencengangkan.

Baca Lainnya :

Johari Zein, yang menjabat sebagai Presiden Komisaris layanan pengiriman paket JNE, menjadi mualaf sejak 1982. Awalnya, ia dilahirkan di Medan, Sumatera Utara dari keluarga pedagang Tionghoa.



"Saya terlahir 1954, dari keluarga WNI Tionghoa, keluarga saya Budha, dan saya disekolahkan di sekolah Katolik," kata Johari dalam sebuah wawancara dengan Republika di Jakarta, akhir tahun lalu.

Kemudian pada saat menemukan Islam 37 tahun yang lalu, semenjak itu Alquran menjadi petunjuk jalan hidupnya. Selama setengah perjalanan usianya, Djohari mendirikan perusahaan JNE dan bertekad menjadikan JNE sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Johari sadar perjuangannya tak terlepas dari pertolongan Allah SWT. "Saya bertemu dengan guru saya Haji Suprapto, dan saya tidak mungkin bisa sukses tanpa pertolongan dari Allah," ucap Johari.

Ia pun turut mengamalkan ayat suci Alquran dalam surah al-Ma'un yang berisikan hingga tujuh ayat. Dalam surah tersebut disebutkan bahwa seorang Muslim seharusnya berbuat baik kepada anak yatim dan memberi makan kepada orang miskin, agar tidak menyia-nyiakan ibadahnya kepada Yang Maha Penguasa.

"Berbuat kebaikan adalah tanda rasa syukur yang kita terima," kata dia.

Pada tahun 2000, Johari menyempurnakan ibadah seorang Muslim untuk pergi haji. Pada saat di Jabal Rahmah, Johari melihat sebuah pemandangan yang tak asing bagi dirinya.

Ternyata pemandangan tersebut pernah ia mimpikan saat masih duduk di bangku SMP. "Pemandangan di Jabal Rahmah pernah saya lihat di mimpi saat saya SMP. Dari situ saya sadar saya adalah Islam," kata dia.

Johari berkeinginan membangun sebuah masjid. Niatnya dijawab oleh Allah untuk dapat mendirikan hingga 99 masjid.

Ia mendirikan lembaga filantropi, Johari Zein Foundation, sebuah yayasan yang hendak membangun 99 masjid. Jumlah tersebut diambil dari nama baik Allah atau asma al-husna.

Dari 99 masjid, saat ini Johari Zein Foundation telah membangun masjid Zeinurrahim di desa Medana Lombok Utara. Jika 99 masjid sudah terbangun, Johari Zein Foundation akan kembali membangun 99 masjid lainnya.

"Saya ingin memulai perjalanan jihad ini," ungkap Johari yang juga pendiri perusahaan startup.

Adapun Indonesia dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia, menjadi penguat bangunan bangsa, menjadi cahaya bagi semesta, dan melahirkan generasi yang unggul dan beradab. Salah satunya dapat melalui pemakmuran masjid.

"Kalau sudah mengenal Alquran, insya Allah kita tidak akan tersesat. Kalau sudah beriman, insya Allah kita tidak berbuat zalim. Dan kalau hendak antarkan kebaikan, insya Allah kita bisa mulai dengan membangun Masjid," ucap Johari.

 

Editor: Bde

Sumber:




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment