Kekuatan Silaturahim Menentukan Keberhasilan Penjualan Buku

By bahri 13 Jun 2020, 07:13:26 WIB Power Of Silaturahim
Kekuatan Silaturahim Menentukan Keberhasilan Penjualan Buku

*Penulis: DR. Aqua Dwipayana*

"Selama ini banyak orang produktif menulis buku tapi ngga bisa menjualnya. Padahal setiap penulis pasti ingin buku karyanya banyak laku bahkan sampai best seller. Terkait dengan itu yang perlu jadi perhatian adalah pemasaran bukunya sehingga semakin banyak yang membaca dan hasil penjualannya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan," ungkap saya Jumat tadi malam (12/6/2020) kepada salah seorang dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Muhammadiyah Malang Dr Frida Kusumastuti.

 

Baca Lainnya :

Diskusi buku ini berawal dari WA Frida yang menginfokan tentang buku baru berjudul KOMUNIKASI EMPATI DALAM PANDEMI COVID-19 yang diterbitkan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jawa Timur. Buku setebal 338 halaman itu yang ditulis 31 dosen Ilmu Komunikasi dijual Rp 60 ribu per eks di luar ongkos kirim.

 

Hebatnya buku pertama dari rencana menerbitkan tiga buku itu, baru diluncurkan sudah terjual sebanyak 305 eks. Prestasi yang luar biasa. Saya pesan lima eks buat dibaca dan dibagi-bagikan termasuk untuk si bungsu Ero, panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana yang kuliah semester 6 di Jurusan dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

 

Untuk dua buku lainnya saya sudah pesan masing-masing lima eks. Khawatir kehabisan meski menurut Frida terbitnya Agustus 2020 mendatang.

 

Buku kedua kata Frida isinya lebih keren. Karena juga berisi pengalaman kampanye Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) membantu pemerintah saat pandemi Covid-19 ini.

 

"Untuk penulisan buku kedua yang mendaftar sebagai penulis sebanyak 41 orang. Tapi sepertinya saat deadline tidak semua menyerahkan tulisannya. Buku ketiga ada 17 penulis. Mereka dosen di UMM, UNS, UNDIP, UGM, UNPAD, LSPR, UNISBA, Al Azhar, BINUS, LANGLANG Buana, dan Tel-U," terang Frida.

 

Ke-31 Penulis Punya Pasar di "Depan Mata"

Terkait dengan pemasaran buku, teman sekelas saat saya kuliah S1 di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Muhammadiyah Malang itu, mengatakan terasa perlunya jaringan. Contohnya buku KOMUNIKASI EMPATI DALAM PANDEMI COVID-19. Baru diterbitkan sudah terjual 305 eks.

 

Jika ke-31 penulis bersama-sama memasarkan buku itu pasti terjualnya bisa lebih banyak dan cepat. Mereka punya pasar di "depan mata" yakni kalangan kampus: mahasiswa, dosen, dan para pegawai. Belum lagi pasar yang lain di luar kampus.

 

Kalau setiap penulis mampu menjual rata-rata 100 eks, dikalikan dengan 31 orang maka totalnya adalah 3.100 eks. Jumlah yang lumayan banyak. Biasanya sekali mencetak buku antara 3.500 eks sampai 5.000 eks.

 

Kekuatan silaturahim sangat terasa dan menentukan sekali pada keberhasilan penjualan buku. Saya sudah membuktikan itu terhadap buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Sampai sekarang sudah tujuh kali cetak sebanyak 140 ribu eks.

 

Agar Best Seller Selalulah Menjaga, Memelihara, Mengembangkan, dan Meningkatkan Silaturahim Tanpa Pamrih

Buku yang dikerjakan tidak sampai sebulan itu yang dieditori dan mendapat bantuan penuh dari wartawan senior Nurcholis MA Basyari, awalnya ditulis untuk souvenir ketika promosi doktor saya pada Jumat pagi (15/4/2016) di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. Tujuannya untuk memberikan kenang-kenangan kepada ratusan tamu yang hadir, sebagian di antaranya jenderal TNI dan Polri.

 

Belakangannya ternyata peminat buku itu banyak sekali. Hal tersebut tentunya karena kehendak TUHAN Sang Pencipta alam semesta dan seisinya. Saya sebagai penulisnya secara optimal berusaha memasarkan buku itu ke banyak orang.

 

Sebagai penulis ada kebahagiaan tersendiri - tidak dapat digantikan dengan uang berapapun - jika melihat banyak pembeli dan pembaca bukunya. Apalagi jika tergerak untuk melaksanakan semua yang ditulis di buku tersebut.

 

Hasil penjualan buku itu didedikasikan untuk membiayai gerakan umroh gratis The Power of Silaturahim (POS) dan berbagi kasih buat menyantuni yatim piatu, orang-orang kurang mampu, para janda, dan orang jompo. Sebanyak 124 orang dari berbagai latar belakang dan daerah di seluruh Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam tiga tahun (2017, 2018, dan 2019). Tahun ini, semula direncanakan 43 orang berangkat umroh pada April 2020. Namun, rencana itu tertunda lantaran pandemi Covid-19.

 

Sejak rombongan umroh POS I pada 2017 sampai sekarang saya sekeluarga memberi amanah kepada Nurcholis untuk menjadi ketuanya. Kami memutuskan bapak empat anak yang sedang menyelesaikan S2-nya di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Indonesia itu untuk menjadi ketua rombongan umroh POS seumur hidup.

 

Terkait dengan pemasaran buku agar best seller maka selalulah menjaga, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan silaturahim tanpa pamrih. Konsistenlah melakukannya dengan niat sepenuhnya ibadah, semata-mata karena TUHAN. Aamiin ya robbal aalamiin...

 

"Nggak diragukan lagi. Buku yang Aqua tulis pasti best seller, walau tanpa penerbit mayor. Relasi dan direct selling sudah sangat Aqua kuasai. Aqua selama ini telah membuktikan semua itu yang merupakan hasil dari silaturahim dengan penuh keikhlasan selama puluhan tahun," pungkas Frida yang ingin kembali menulis buku sendiri seperti yang pernah dilakukannya.

 

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat menulis buku dan memasarkannya dengan merasakan dahsyatnya silaturahim. Salam hormat buat keluarga. 05.15 13062020????<<<




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment