Diakui Dunia Jago Debat, Tapi H. Agus Salim Kalah Debat Dengan Seorang Kusir Bendi

By bahri 25 Jul 2020, 07:00:06 WIB Tokoh dan Politik
Diakui Dunia Jago Debat, Tapi H. Agus Salim Kalah Debat Dengan  Seorang Kusir Bendi

Keterangan Gambar : “Jika Agus Salim tampil berpidato di atas mimbar tidak jarang lawan politiknya “mencimeeh” (meledek) dengan mengeluarkan suara “mbeeeek” menirukan suara kambing”


Siapa yang tidak kenal dengan Haji Agus Salim, seorang diplomat ulung kelahiran Koto Gadang kabupaten Agam, Sumbar. Orang luar negeri menjulukinya dengan “The Grand Old Man of Indonesia“, yang artinya kurang lebih, orang gaek (tua) hebat dari Indonesia. Julukan itu diberikan karena Agus Salim pada usai tua masih bersemangat berjuang membela tanah air.

 

Haji Agus Salim dilahirkan 8 Oktober 1884. Ayahnya Sutan Muhammad Salim, ibunya Siti Zainab. Waktu kecil dia diberi nama Masyhudul Haq. Tetapi dengan nama ini ia sering sakit, sehingga nama itu kemudian ditukar dengan Agus Salim.

Baca Lainnya :

 http://belidinaro.com/page/detail/pt-kolaborasi-saudagar-indonesia

Dari 15 orang bersaudara, Agus Salim merupakan putra Sutan Mahmud paling cerdas, sekaligus suka humor. Di sekolah Agus Salim mampu bersaing dengan anak-anak Belanda dan sering juara satu.

 

Pendidikanya ELS (Europopeesche Legere School) dan HBS (Hoger Burgelijke School). Namun disamping belajar di sekolah Agus Salim suka belajar sendiri dengan membaca berbagai buku.

 

Pengetahuanya begitu luas dan ia menguasai bahasa Belanda, Inggris,Jerman, Perancis, Jepang dan Arab.

 

Sehari-sehari, bahkan dalam acara resmi tampilan Agus Salim sangat sederhana, namun dia tidak merasa rendah diri, kadang hanya pakai baju “taluak balango” dan sandal “tangkelek”. Bahkan pakaian ini, peci khas dan jenggot panjang menjadi ciri khas tampilan Agus Salim.

 

Jika Agus Salim tampil berpidato di atas mimbar tidak jarang lawan politiknya “mencimeeh” (meledek) dengan mengeluarkan suara “mbeeeek” menirukan suara kambing.

 

Namun Inyiak Agus Salim membalas suara “mbeeeek” itu dengan humor yang cerdas dan pedas. “Para hadirin dan kambing-kambing yang terhormat” ujar Agus Salim memulai pidatonya dengan menggunakan berbagai bahasa.

 

Suatu ketika pernah diingatkan temanya agar jangan pakai “tangkelek” waktu berpidato, tetapi dijawab dengan tangkas oleh Agus Salim. “Kalian perlu kaki saya apa kepala saya” jawabnya. Orang yang menasehati itu tidak berkutik.

 

Tahun 1953 Agus Salim menjadi utusan RI untuk menghadiri penobatan Ratu Elizabeth II di London. Dalam suatu perjamuan Agus Salim berdekatan duduk dengan suami Ratu Elizabeth yakni Pengeran Duke of Edinburg. Pengeran mencium bau yang tidak enak dan bertanya dari mana asal bau tersebut.

 

“Yang mulia” kata Agus Salim, “bau tidak enak itu adalah bau rokok kretek yang sedang saya hisap yang terbuat dari tembakau dan cengkeh, boleh saja yang mulia tidak senang, tetapi inilah yang menarik bagi pelaut-pelaut Eropa untuk datang ke negeri kami”.

 

Jawaban Agus Salim itu disampaikan dengan nada humor, namun sekaligus tajam dan sinis. Sehingga sang pangeran tidak dapat membalasnya.

 

Begitulah kalau Haji Agus Salim berdebat, ia selalu membalas dengan kata-kata humor dan pedas, sehingga lawan debat mati kutu dan tidak berkutik.

 

Namun menurut sebuah anekdot Agus Salim yang beredar luas, Gaek ini juga pernah kalah berdebat dengan kusir bendi. Kejadianya berlangsung ketika Agus Salim naik bendi dari Bukittinggi ke kampungnya di Koto Gadang. Di tengah jalan tiba-tiba terdengar suara “puuuuuut”, kentut kuda.

 

Lantas dengan cepat Agus Salim mengatakan kepada kusir, “Masuak angin kudo mah kusia”(masuk angin kudanya kusir) katanya. “Indak, tu kalua angin namono nyiak” (Tidak itu keluar angin namanya gaek) jawab kusia. Haji Agus Salim cuma tersenyum tersipu, karena baru kali inilah dia kalah debat walau telah berdebat kemana-mana, sampai ke luar negeri.***

 

Artikel ini telah tayang di dmagek.id dengan judul “Jago Debat, Namun Agus Salim Kalah Berdebat Dengan Seorang Kusir Bendi”




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment